Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Progresivitas Daun Sirsat


PROGRESIVITAS DAUN SIRSAT

Siapa bilang khasiat kemoterapi daun sirsat masih merupakan asumsi, masih merupakan wacana, belum terbukti secara ilmiaah ? Prof Soelaksono Satrodihardjo dari ITB Bandung sudah meneliti semenjak 1995, sudah di paparkan di jurnal jurnal kesehatan internasional di eropa dan amerika.

Lalu tiba Jerry Mclaughlin dari Purdue University Indiana amerika menemui Prof ITB kita, mengadakan penelitian bersama dengan sample daun sirsat dari Garut, hingga di ketemukan senyawa Acetogenin jenis muricoreasin dan murihexocin.

 Siapa bilang khasiat kemoterapi daun sirsat masih merupakan perkiraan PROGRESIVITAS DAUN SIRSAT
Namun sehabis mengemuka,  wacana itu di presentasikan ke dunia internasional yang sanggup hak paten senyawa Acetogenin hanya Mclaughlin, meski terperinci sample orisinil daun sirsat Garut, nama Prof ITB kita hanya bertebaran di jurnal jurnal kesehatan internasional, tapi tak punya hak akan senyawa acetogenin…
saya ora popo……….Indonesia banget…selalu di plokoto….

Menurut Prof Dr Ervizal Zuhud MS, pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institute Pertaniaan Bogor, sekaligus Guru Besar Fakultas Kehutanan ITB,  dari beberapa hasil penelitiaan ilmiah di mancanegara, daun sirsat bisa untuk mengobati 10 macam jenis kanker, dengan merebus 10 lembar daun sirsat segar tdk terlalu bau tanah juga tidak terlalu muda, pilih daun ke 4-5 dari ujung, merebus dalam 3 gelas air hingga mendidih di minum 3X sehari.

JURUS PAMUNGKAS KEMOTERAPI DAUN SIRSAT
Acetogenins pada daun sirsat, di pastikan bisa dan sanggup melawan dan membunuh sel kanker, keampuhannya 10.000 X daripada kemoterapi modern rumah sakit, kenapa bisa ibarat itu ?

Acetogenins menghambat ATP ( adenosine trifosfat ), ATP sumber energy dalam tubuh. Sel kanker banyak membutuhkan energy makanya banyak membutuhkan ATP. Acetogenins masuk dan melekat dalam reseptor dinding sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. Dampaknya produksi energy dalam  sel kanker pun terhenti dan balasannya sel kanker pun mati, inilah yang di sebut dengan proses Apoptosis.

Hebatnya, Acetogenins sangat selektif, hanya menyerang sel kanker yang mempunyai kelebihan ATP, tidak menyerangsel sel badan yang tumbuh normal, dengan berkurangnya jumlah ATP sehingga sel kanker sekarat kemudian hilang. Dasyatnya lagipercepatan membunuh sel kanker usus besar 10.000 X di banding Adriamycin dan kemoterapi.

Adriamycin dengan nama generic Doxorubicin merupakan obat untuk mengatasi bermacam jenis kanker , leukemia, prostat, paru paru, pankreaas.

Sedang kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memasukan zat, penyinaran atau obatyang mempunyai kemampuaan membunuh selkanker.

Acetogenins beda dengan obat kemoterapi yang membunuh semua sel, Acetogenins hanya menyerang sel kanker secara selektif, sehingga effek kemo ibarat rontok semua rambut kepala, kumis , alis, mual mual, insomnia hingga dayatahan badan droup, maka tak gila amati saja , setiap pasien yang di kemo maka tak begitu usang kemudian niscaya mati.

Yang mempunyai kegunaan bukan hanya daun tapi buah, kulit batang hingga akar punya kelebihan sendiri sendiri, tapi ndak saya buka semua, nanti saya ndak kecewa dengan sikap komersil yang mengambil keuntungan untung sebesar besarnya padahal bisa di jual murah, ini yang ndak saya suka, ada beberapa bab yang sangat cocok di terapkan dalam dunia peternakan, tapi itu ndak tak buka, ilmu global saja.

BEBERAPA HASIL PENELITIAAN

Senyawa Muricin H dari daun sirsat, masuk dalam Acetogenins mempunyai acara sitotoksis selektif pada kanker, peneliti : Angel Quispe, David Zapola, Jose Rojas, Margarita posso, Abraham Vainbreg , Universitas Nacional Peru.

Daun sirsat mempunyai acara antioksidan potensial secara in vitro, peneliti : R Basskar, V Rajeswari, Sathish Kurma dari Departemen Bioteknologi Kumaraguru College of Tecnology India.

Periset di Farmasi Osaka University, Naoto Kojima berhasil mensintesis senyawa Annonaceous Acetogenins yang bersifat antitumor, juga mensintesis senyawa Murisolin yang pertanda acara sitotoksis pada sel tumor insan dengan potensial antara 105 – 106 X lebih unggul di banding Adriamycin obat andalan rumah sakit modern

Chang FR dan Wu YC dari Graduate Institute of Natural Product Kaohsiung Medical University, berhasil mengisolasi  7 senyawa kelompok Annonaceous acetogenins daun sirsta , senyawa itu pertanda effek sitotoksis  selektif pada sel hepotoma insan secara in vitro

Masih ada lagi yang di ragukan…..? #bumiternak